Jumat, 10 Mei 2013

Monolog Patah Hati



Monolog Patah Hati
Cerpen: Lia Irma Juita

Melihat pada angin yang berhembus, sangat jelas takkan pernah tergambar wujudnya. Berpegang pada air yang mengalir, yang pasti takkan pernah tergenggam. Sosok yang selalu nampak indah namun tak pernah bisa tersentuh hangatnya. Entahlah siapa dia, makhluk tidak berwujud yang mana hati selalu merana rindu meresapi aromanya. Raga yang selalu hangat tersentuh, tiada bernyawa. Bagai dahaga yang terlepas seteguk demi teguk tanpa rasa. Hambar dalam kecupan ujung lidah. Dalam sentuhan-sentuhan halus gurat-gurat wajah, urat nadi yang menegang dibual buraian mutiara sayang.

Jumat, 05 April 2013

Lice...

Kutu...
itu kutu hitam merayap
di keramik putih
makhluk kotor bertanduk
tapi cinta bersih
bergumul di lautan beras
putih beranak-pinak
jadi beras hitam
di gentong emak...

Gunungpangilun, January 10th 2013, 15:59 WIB

Sabtu, 02 Maret 2013

Puisi Pagi


puisi pagi

pesona kilau mentari pagi,
makin meninggi.
berpacu bergulir seirama dentang-denting waktu tumpangan juang.
putik yang dulu menguncup,
mulai bermekaran,
dengan malu-malu ia mengembang,
mulai menarik kumbang-kumbang berdatangan.
tapi risau balau mengacau,
mengusik gundah rasa gelisah,
memaksa detak jarum jam ini,
berputar mundur.
namun tersadar,
Kulihat fajar semakin silau memancar,
mataku gamang terpaksa memandang,
usiaku bukan kanak lagi,
panjangnya liku hidup mesti disusuri...!
catatan disuatu pagi sepi ketika murai masih enggan bernyanyi
by ; Baby"lee@"CuTe

Poerie Imajinasi

inspirasi datang ketika dunia khayal enggan berimajinasi, butuh motivasi untuk sebuah inovasi, berkreasi tanpa henti, tak bertepi sampai sistem memori tak lagi berfungsi...